Amalan Yang Dapat Menjadikan Seorang Ahli Surga

  • Bagikan
Amalan Yang Dapat Menjadikan Seorang Ahli Surga
Amalan Yang Dapat Menjadikan Seorang Ahli Surga

Amalan Yang Dapat Menjadikan Seorang Ahli Surga – Siapa yang tidak ingin masuk surga? Tentu tidak ada. Semua orang ingin masuk surga. Bahkan mereka yang setiap hari selalu berbuat dosa – ada yang sadar dan ada yang tidak sadar – juga pasti ingin masuk surga.

Rasulullah sendiri pernah menyampaikan bahwa beliau adalah orang pertama yang akan megentuk pintu surga. Sedangkan umatnya, adalah umat yang terlebih dahulu masuk surga. Beliau bersabada:

 الْجَنَّةُ حُرِّمَتْ عَلَى الْأَنْبِيَاءِ حَتّى أَدْخَلَهَا وَحُرِّمَتْ عَلَى الْأُمَمِ حَتّى تَدْخُلَهَا أُمَّتِي

“Surga haram bagi para nabi, sampai aku memasukinya, dan juga haram bagi umat-umat lai,n sebelum umat ku yang masuk.”

Imam as-Suyuthi dalam kitabnya, al-Budur as-Safirah, hlm. 143, menjelaskan bahwa sanad hadis ini berstatus hasan. Selain Imam as-Suyuthi, Imam asth-Thabrani juga meriwayatkan hadis ini dalam kitabnya, al-Mukjam al-Awsath, juz 1, hlm. 289.

Apakah masuk surga mudah? Sebenarnya mudah. Rasulullah menyampaikan bahwa semua umat beliau pasti masuk surga, kecuali mereka yang tidak mau; mereka yang taat adalah mereka yang ingin masuk surga, dan mereka yang maksiat adalah yang tidak mau.

Rasulullah bersabda:

كُلُّ أُمّتِي يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ إِلَّا مَنْ أَبَى، مَنْ أَطَاعَنِي دَخَلَ الْجَنَّةَ، وَمَنْ عَصَانِي فَقَدْ أَبَى

“Semua umatku masuk surga, kecuali mereka yang tidak mau. Dia yang taat akan masuk surga, dan dia yang maksiat menolak masuk surga.”

Imam al-Bukhari meriwayatkan hadis ini dalam Sahih-nya, no 7280. Pertanyaannya, sudahkah kita melakukan ketaatan? Kalau iya, sudahkah sepenuhnya? Jangan-jangan, kita lebih sering melakukan kemaksiatan. Naudzubillah.

Sayidina Umar pernah berujar, “Hisablah diri kalian, sebelum nanti dihisab. Timbanglah amal kalian, sebelum nanti ditimbang. Orang yang paling enteng hisabnya nanti di hari akhir adalah orang yang sudah menghisab diri sendiri di dunia.”

10 Amalan Yang Dapat Menjadikan Seorang Ahli Surga

Sebab kita juga tidak tahu pasti bagaimana nanti, – apa lagi dengan melihat amal kita yang sedikit itu – tentu ada baiknya kalau kita melakukan pemaksimalan amal, selain melakukan amal yang wajib. Untungnya, Nabi Muhammad sudah memberi kita spoiler beberapa amal yang bisa menjadi pengantar masuk surga.

Berikut sudah kami kumpulkan 10 amalan masuk surga, berdasarkan hadis Nabi Muhammad.

Takwa Kepada Allah

Suatu ketika, ada yang bertanya kepada Nabi, “Apa yang paling banyak menyebabkan orang masuk surga?” Beliau menjawab, “Bertakwa dan berakhlak baik.” Beliau masih lanjut ditanya, “Lalu apa yang lebih banyak memasukkan seorang kepada neraka?” Beliau menjawab, “Dua lubang; mulut dan kemaluan.”

عن أبي هريرةسُئِلَ النبيُّ ﷺ ما أكثرُ ما يُدخلُ الجنةَ قال التقوى وحسنُ الخُلقِ وسُئِلَ ما أكثرُ ما يُدخِلُ النارَ قال الأجوفانِ الفمُ والفرجُ

Syekh Muhammad al-Mukhtar as-Sinqithi dalam kitabnya, Durus lisy-Syaikh Muhammad as-Sinqithi, menjelaskan takwa adalah beribadah kepada Allah atas cahaya dari Allah. Berharap mendapat pahala dan tidak mendapat siksa-Nya. Takwa, kata beliau, adalah cahaya yang Allah berikan kepada hamba-Nya yang bisa memberikan dua efek positif: Pertama, memenuhi segala perintah Allah dengan cara yang benar. Kedua, menjauhi segala larangan-Nya.

تَقْوَى اللَّهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى: أَنْ تَعْبُدَ اللَّهَ عَلَى نُورٍ مِنْ اللَّهِ، تَرْجُو ثَوَابَ اللَّهِ وَتَخْشَى عَذَابَهُ، وَهِيَ نُورٌ يَقْذِفُهُ اللَّهُ فِي قَلْبِ الْعَبْدِ، فَيَحْمِلُهُ هَذَا النُّورُ عَلَى أَمْرَيْنِ: أَوَّلُهُمَا: أَدَاءُ فَرَائِضِ اللَّهِ عَلَى الصِّفَةِ الْمَطْلُوبَةِ، وَثَانِيهِمَا: اجْتِنَابُ مَحَارِمِ اللَّهِ عَلَى مَا أَرَادَ اللَّهُ تَعَالَى 

Beliau melanjutkan, ketakwaan akan selalu bersama orang yang memilikinya. Ketakwaan adalah bekal terbaik muslim yang akan bertemu dengan Allah.

Memperbanyak Sujud

Rabiah bin Kaab pernah bercerita, dia membawakan air whudu dan sesuatu yang Rasulullah butuhkan. Rasulullah bertanya kepada Kaab, “Mintalah (kebutuhan mu).”

“Aku ingin menemanimu di surga,” jawab Kaab.

“Atau ada hal lain?”

“Hanya itu”

“Kalau begitu, bantulah aku dalam hal ini dengan memperbanyak sujud.” Redaksi hadisnya:

 حَدَّثَنَا الْحَكَمُ بْنُ مُوسَى أَبُو صَالِحٍ، حَدَّثَنَا هِقْلُ بْنُ زِيَادٍ، قَالَ: سَمِعْتُ الْأَوْزَاعِيَّ، قَالَ: حَدَّثَنِي يَحْيَى بْنُ أَبِي كَثِيرٍ، حَدَّثَنِي أَبُو سَلَمَةَ، حَدَّثَنِي رَبِيعَةُ بْنُ كَعْبٍ الْأَسْلَمِيُّ، قَالَ: كُنْتُ أَبِيتُ مَعَ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَتَيْتُهُ بِوَضُوئِهِ وَحَاجَتِهِ فَقَالَ لِي: «سَلْ» فَقُلْتُ: أَسْأَلُكَ مُرَافَقَتَكَ فِي الْجَنَّةِ. قَالَ: «أَوْ غَيْرَ ذَلِكَ» قُلْتُ: هُوَ ذَاكَ. قَالَ: «§فَأَعِنِّي عَلَى نَفْسِكَ بِكَثْرَةِ السُّجُود

Menurut Imam Ubaidillah al-Mubarakfuri dalam kitabnya, Mir’atul-Mafatih Syarh Misykatil-Masabih, juz 3 hlm. 215, hadis ini menunjukkan sujud adalah salah satu ibadah yang agung, yang dengannya bisa menambah derajat di sisi Allah, sampai derajat yang tidak akan bisa dicapai kecuali oleh orang orang-orang mendekatkan diri kepada-Nya. Bisa menemani Nabi di surga tidak akan tercapai kecuali beribadah kepada Allah dengan memperbanyak sujud.

وَفِي الْحَدِيثِ دَلِيلٌ عَلَى أَنَّ السُّجُودَ مِنْ أَعْظَمِ الْقُرَبِ الَّتِي تَكُونُ بِسَبَبِهَا ارْتِفَاعَ الدَّرَجَاتِ عِنْدَ اللَّهِ تَعَالَى إِلَى حَدٍّ لَا يَنَالُهُ إِلَّا الْمُقَرَّبُونَ، وَأَنَّ مُرَافَقَةَ النَّبِيِّ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – فِي الْجَنَّةِ لَا تَحْصُلُ إِلَّا بِقُرْبٍ مِنْ اللَّهِ تَعَالَى بِكَثْرَةِ السُّجُودِ

Salat Wajib dan Sunah

Tapi bukan sekadar salat, ya. Dalam hadis yang kami tampilkan, salat yang bisa menjadi amalan yang dapat menjadikan seorang ahli surga ada kriterianya. Mari kita perhatikan hadis yang Abu Hurairah sampaikan:

 قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِبِلالٍ، عِنْدَ صَلاةِ الْغَدَاةِ: ” يَا بِلالُ، حَدَّثَنِى بِأَرْجَى عَمَلٍ عَمِلْتَهُ عِنْدَكَ فِى الإِسْلامِ مَنْفَعَةً، فَإِنِّى سَمِعْتُ اللَّيْلَةَ خَشْفَ نَعْلَيْكَ بَيْنَ يَدَىَّ فِى الْجَنَّةِ “. قَالَ بِلَالٌ: مَا عَمِلْتُ عَمَلاً فِى الإِسْلامِ أَرْجى عِنْدِى مَنْفَعَةً، مِنْ أَنِّى لا أَتَطهَّرُ طُهُورًا تَامًّا، فِى سَاعَةٍ مِنْ لَيْلٍ وَلا نَهَارٍ، إِلا صَلَّيْتُ بِذَلِكَ الطُّهورِ، مَا كَتَبَ اللهُ لِى أَنْ أُصَلِّىَ

Rasulullah pernah bertanya kepada sahabat Bilal, “Wahai Bilal, ceritakan kepada ku, amal apa yang paling kamu harapkan? (Dalam mimpi) aku mendengar derap kaki langkahmu di depan ku di surga.” Bilal menjawab, “Tidak ada amal dalam Islam yang lebih aku harapkan, dari pada aku bersuci (berwhudu) dengan sempurna baik malam atau siang, kecuali aku melaksanakan salat yang telah diwajibkan menggunanakan whudu itu.”

Mengapa salat setelah bersuci memilki keistimewaan semacam ini? al-Qasthalani dalam Irsyadus-Sari li Syarhi Sahihl-Bukhari mengatakan ada dua hikmah, kenapa salat dengan kriteria yang Bilal sebutkan memiliki keistimewaan itu. Pertama, salat langsung setelah bersuci itu lebih meyakinkan kesuciannya dari pada ada jarak panjang yang memisah antara bersuci dan salat.

Kedua, nampaknya bekas bersuci dengan menggunakannya untuk melaksanakan salat bisa menjadi penguat dan penjelas terhadap salat itu sendiri.

Haji Mabrur

Imam Bukhari (no 1773) dan Imam Muslim (1349) meriwayatkan hadis dari Abu Hurairah, Rasulullah pernah bersabda:

العُمرةُ إِلَى العُمرةِ كفّارَةٌ لِمَا بيْنَهُمَا والحَجُّ المبرورُ لَيْسَ لَهُ جَزاءٌ إلّا الْجَنَّةُ

“Satu umrah ke umrah lain menjadi penghapus dosa di antara keduanya, dan hanya surgalah balasan bagi haji mabrur.”

Meski ibadah yang satu ini rada mahal (bagi sebagian orang), tapi pahalanya tidak main-main bukan?

Membuang Gangguan di Jalan

Masih dari Imam Muslim (no 1914). Beliau meriwayatkan hadis dari Abu Hurairah, Rasulullah pernah bersabda:

لقَدْ رَأَيْتُ رَجُلًا يَتَقَلَّبُ في الجَنَّةِ، في شَجَرَةٍ قَطَعَها مِن ظَهْرِ الطَّرِيقِ، كانَتْ تُؤْذِي النّاسَ

“Sungguh aku melihat seorang lelaki yang menikmati surga, sebab dia menyingkirkan pohon dari jalan, yang mengganggu orang-orang.”

Berbeda dengan yang tadi di atasnya, amal ini sangat sederhana, dengan pahala yang luar biasa.

Berbuat Baik Kepada Anak-Anak

Suatu ketika seorang perempuan datang bersama dua anaknya yang perempuan. Dia meminta-minta kepada Sayidah Aisyah. Kebetulan waktu itu, Sayidah Aisyah tidak punya apa-apa selain kurma. Tanpa berlama-lama beliau memberikan kurma itu. Karena tidak ada lagi, kurma itu oleh sang ibu dipotong dan diberikan kepada dua anaknya. Ia sendiri tidak makan.

Saat Rasulullah datang, Sayidah Aisyah menceritakan kejadian ini, dan beliau bersabda:

 مَنِ ابْتُلِيَ مِن هذِه البَناتِ بشيءٍ كُنَّ له سِتْرًا مِنَ النّارِ

“Barang siapa yang memberikan sesuatu kepada anak-anak ini, maka mereka akan menjadi pelindung dari siksa api neraka.”

Membaca Sayidul Istighfar

Sahabat Syadad bin Aus meriwayatkan hadis (Sahih Bukhari, nomor 6306), bahwa Rasulullah pernah bersabda, “Barang siapa yang membaca Sayidul-Istighfar di siang hari, beriman, lalu mati sebelum sore, maka dia akan masuk surga. Barang siapa yang membacanya malam hari, dengan hati yang beriman, lalu mati sebelum subuh, maka dia akan masuk surga.”

Ini bacaan Sayidul-Istighfar:

اللهُمَّ أنتَ ربِّي لا إلهَ إلّا أنتَ، خَلقتَنِي وأنا عَبدُك وأنا على عهدِك ووعدِك ما استَطعتُ أَعوذُ بكَ مِن شرِّ ما صنَعتُ، أبوءُ لكَ بنِعمتِك

وأبوءُ لكَ بذَنبِي فاغفِرْ لي فإنَّه لا يغفِرُ الذُّنوبَ إلّا أنتَ

Membaca Ayat Kursi

Nabi pernah menyampaikan:

 مَن قرأَ آيةَ الكرسيِّ دبُرَ كلِّ صلاةٍ مَكْتوبةٍ، لم يمنَعهُ مِن دخولِ الجنَّةِ، إلّا الموتُ

“Barang siapa yang membaca ayat kursi setiap selesai melaksanakan salat wajib, maka tidak ada sesuatu yang bisa menghalangi dia dari surga, kecuali kematian.”

Imam an-Nasai meriwayatkan hadis ini dalam as-Sunan al-Kubra, nomor 9928.

Salat Dua Belas Rakaat Setiap Hari

Nabi bersabda, “Barang siapa yang melaksanakan salat sebanyak 12 rakaat salat sunah (bukan fardhu), maka kelak ia akan dibuatkan rumah di surga.”

 ما من عبدٍ مسلمٍ يصلِّي للهِ تعالى في كلِّ يومٍ ثِنْتي عشرةَ ركعةً تطوُّعًا غيرَ فريضةٍ إلا بنى اللهُ تعالى له بيتًا في الجنَّةِ

Banyak sekali ulama yang meriwayatkan hadis ni. Di antaranya, Imam an-Nasai, Imam Muslim, dan Imam Abu Dawud.

Demikian 10 amalan yang dapat menjadikan seorang ahli surga (yang pertama terhitung dua). Semoga kelak kita semua bisa masuk surga. Amin.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.