Belajar Tajwid #1: Hukum Tajwid Nun Mati Izhar

Dalam membaca al-Qur’an, seseoarang tidak bisa asal-asalan. Ia harus menggunakan Ilmu Tajwid. Apa itu Ilmu Tajwid? Tajwid adalah suatu ilmu untuk mengetahui hak-hak huruf hijiayah dan memberikan hak-hak itu baik dalam segi makhraj (tempat keluarnya huruf) atau sifatnya.

Karena cakupan ilmu Tajwid cukup banyak, kami akan membahasnya satu-persatu di setiap artikel yang berbeda. Patokan kami dalam menulis hukum-hukum ilmu Tajwid ini adalah kitab Tuhfatul-Athfal dan beberapa kitab yang mengomentarinya.

Pertama-pertama, kita akan belajar hukum Tajwid nun mati dan tanwin. Maksud hukum Tajwid nun mati adalah cara membaca nun mati saat bertemu huruf hijaiyah.

Hukum Tajwid nun mati atau tanwin ada empat. Empat hukum itu adalah Izhar, Idgham, Iqlab, dan Ikhfa’. Namun dalam tulisan ini kita hanya akan membahas Izhar. Hukum nun mati atau tanwin yang lain akan segera menyusul.

Hukum Tajwid Nun Mati Pertama: Izhar

Izhar adalah mengeluarakan semua huruf dari tempat keluarnya. Sebagian ulama ada yang meberi tambahan kata “tanpa ghunah” pada definis Izhar. Seperti dalam kitab Nihayatu Qaulil-Mufid.

Adapun huruf Izhar ada enam; (1) Hamzah, (2) Ha’, (3) Ain, (4) Ha’, (5) Ghain, dan (6) Kha’. Semua huruf Izhar ini ada di tenggorokan dan berurutan dari segi dari ujung tengorokan sampai pangkal tenggorokan. Karena itu, enam huruf Izhar kadang juga bernama huruf khalaq (tenggorokan). Biar lebih bisa tergambarkan, akan kami tampilkan beberapa conotoh dari masing-masing huruf Izhar.

Kita urut dari ujung tenggorokan. Huruf Izhar yang makhraj-nya ada di ujung tenggorokan ada dua huruf, yaitu hamzah dan ha’ (هاء).

Contoh huruf Izhar hamzah bertemu nun sukun dalam satu kalimat: يَنْأَوْنَ. Dalam dua kalimat: كُلٌّ ءَامَنَ. Untuk yang tanwin bertemu nun sukun: رَسُوْلٌ أَمِيْنٌ.

Huruf ha’ bertemu nun sukun dalan satu kalimat contohnya: مِنْهُمْ. Dalam dua kalimat: مِنْ هَادٍ. Sedang contoh yang tanwin: جُرُفٍ هَارٍ.

Berikutnya adalah huruf Izhar yang tempat keluarnya ada di tengah tenggorokan. Juga sama, ada dua, yaitu huruf ‘ain dan ha’ (حاء).

Misal huruf Izhar ‘ain yang bertemu nun sukun dalam satu kalimat di al-Qur’an: أَنْعَمْتَ. Untuk yang dua kalimat: مِنْ عِلْمٍ. ‘Ain bertemu tanwin contohnya: حَقِيْقٌ عَلَى.

Biasanya contoh huruf Izhar ha’ bertemu nun yang para ulama contohkan dalam kitab mereka adalah يَنْحِتُوْنَ yang satu kalimat dan مَنْ حَادَّ yang dua kalimat. Sedangkan yang huruf ha’ bertemu tanwin adalah عَلِيْمٌ حَكِيْمٌ.

Terakhir, huruf Izhar yang ada di pangkal tenggorokan. Juga ada dua (udah jelas banget bukan dari keterangan sebelumnya?), yaitu ghain dan kha’.

Ghain bertemu nun mati dalam satu kalimat contohnya: فَشَيُنْغِضُوْنَ. Ghain bertemu nun mati dalam dua kalimat contohnya: مِنْ غِلٍّ. Contoh ghain bertemu tanwin: حَلِيْمَاً غَفُوْراً.

Contoh kha’ bertemu nun mati dalam satu kalimat: الْمُنْخَنِقَةُ. Yang dua kalimat: لِمَنْ خَافَ. Kha’ bertemu tanwin contohnya: بَوْمَئِذٍ خَاشِعةٌ.

Maksud Ujung, Tengah, dan Pangkal Tenggorokan

Sebelum tulisan ini selesai, yang harus mendapat perhatian adalah maksud dari ujung, tengah, dan pangkal tenggorokan. Jangan membayangkan ujung tenggorokan adalah bagian atas tenggorokan dan pangkal tenggorokan adalah bagian bawah tenggorokan dengan gambaran seperti ini:

Sangat salah kalau kamu membayangkan posisi makhraj huruf Izhar demikian. Buruan tobat deh kalau sempat memahami seperti itu.

Lalu bagaimana yang benar? Gambaran yang benar poisis makhraj huruf Izhar seperti ini:

Bagaimana? Sudah tau, kan? Kalau kamu merasa mendapat ilmu baru dari tulisan ini, bisa tekan tombolh share di bawah.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *