Mencukur Bulu Kemaluan Laki-laki Menurut Hadits

  • Bagikan
Mencukur Bulu Kemaluan Menurut Hadits
Mencukur Bulu Kemaluan Menurut Hadits

Mencukur Bulu Kemaluan Laki-laki Menurut Hadits – Kebersihan merupakan sesuatu yang menjadi perhatian dalam agama Islam. Baik kebersihan lingkungan atau pun kebersihan badan. Termasuk juga yang menjadi perhatian adalah mencukur bulu kemaluan.

Dalam beberapa hadis, Rasulullah pernah menyinggung beberapa kesunahan yang berkaitan dengan membersihkan tubuh, seperti mencabut bulu ketiak dan kemaluan. Tidak hanya menjelaskan kesunahannya, beliau juga menjelaskan kapan waktu yang tepat mengerjakannya.

Bagaimana penjelasan detail mencukur bulu kemaluan menurut hadits? Simak terus.

Mencukur Bulu Kemaluan Laki-laki Menurut Hadits Adalah Fitrah

Imam Bukhari dalam Sahih-nya nomor 5889 meriwayatkan hadis dari Abu Huairah:

الفِطْرَةُ خَمْسٌ -أَوْ خَمْسٌ مِنَ الفِطْرَةِ-: الخِتانُ، والِاسْتِحْدادُ، وَنَتْفُ الإبْطِ، وَتَقْلِيمُ الأظْفارِ، وَقَصُّ الشّارِبِ

“Fitrah itu ada lima (atau ada lima hal yang menjadi bagian fitrah); 1) Khitan, 2) Mencukur bulu kemaluan, 3) Mencukur bulu ketika, 4) Memotong kuku, dan 5) Mencukur kumis.”

Hadis ini adalah sahih. Selain Imam Bukari, Imam Muslim juga meriwayatkannya dalam Sahih Muslim nomor 257.

Karena tulisan ini hanya membahas mencukur bulu kemaluan, maka bagian-bagian yang juga ada dalam hadits sementara tidak kami terangkan. Mungkin kapan-kapan. (Komen di bawah kalau mau kita bahas!)

Mari kita pelajari lebih dalam maksud hadis di atas. Keterangan hadis kami ambilkan dari kitab Syarhun-Nawawi ala Sahih Muslim juz 3 hlm. 147-148.

Pertama, apa maksud kata fithrah sebagaimana ada dalam hadits? Maksud dari kata ini ulama masih memperdebatkannya. Imam an-Nawawi menjelaskan:

وَأَمَّا الْفِطْرَةُ فَقَدِ اخْتُلِفَ فِي الْمُرَادِ بِهَا هُنَا فَقَالَ أَبُوسُلَيْمَانَ الْخَطَّابِيُّ ذَهَبَ أَكْثَرُ الْعُلَمَاءِ إِلَى أَنَّهَا السُّنَّةُ وَكَذَا ذَكَرَهُ جَمَاعَةٌ غَيْرَ الْخَطَّابِيِّ قَالُوا وَمَعْنَاهُ أَنَّهَا مِنْ سُنَنِ الْأَنْبِيَاءِ صَلَوَاتُ اللَّهِ وَسَلَامُهُ عَلَيْهِمْ وَقِيلَ هِيَ الدِّينُ

“Ulama berbeda pendapat menenai kata ‘Fithrah.’ Imam Abu Sulaiman al-Khathabi mengatakan, ‘Mayoritas ulama berpendat bahwa fithrah adalah sunah.’ Banyak juga ulama yang berpandangan sama. Mereka mengatakan, ‘Fithrah adalah sunah-sunah para Nabi.’ Sedangkan menurut Qil, fithrah adalah agama.”

Mengapa mencukur bulu kemaluan diisitlahkan dengan istihdad? Sebab dalam mencukur bulu kemaluan kita menggunakan sesuatu yang tajam, yang dalam Bahasa Arab menggunakan istilah al-hadidah, seperti menggunakan silet.

Sebenarnya istihdad itu pokonya membersihkan bulu kemaluan. Jadi bisa menggunakan banyak cara. Seperti mencabut. Akan tetapi yang lebih utama adalah dengan mencukur.

Bulu kemaluan (al-anah) yang menjadi maksud hadis juga tak luput dari perhatian ulama. Bulu kemaluan adalah bulu yang tumbuh di atas dan di sekitar kelamin laki-laki dan perempuan. Namun ada satu riwayat yang berbeda.

وَنُقِلَ عَنْ أَبِي الْعَبَّاسِ بْنِ سُرَيْجٍ أَنَّهُ الشَّعْرُ النَّابِتُ حَوْلَ حَلْقَةِ الدُّبُرِ

“Dikutip dari Abil-Abas bin Suraij, bahwa al-anah adalah bulu yang tumbuh di sekitar lubang anus.”

Kalau kita kumpulkan dua pendapat ini, berarti ada dua kesunahan, mencukur bulu kemaluan dan mencukur bulu yang tumbuh di sekitar anus.

Waktu Mencukur Bulu Kemaluan Laki-laki Menurut Hadits

Kapan waktu yang tepat untuk mencukur bulu kemaluan laki-laki menurut hadits? Rasulullah menyampaikan:

وقَّت لنا رسولُ اللهِ ﷺ في قصِّ الشاربِ وفي حلقِ العانةِ أربعين يومًا

“Rasulullah memberi waktu kepada kita 40 hari untuk mencukur bulu kemaluan dan mencukur kumis.”

Hanya saja, menurut Imam an-Nawawi, hadist semacam ini bukanlah dalil kapan waktu yang paling tepat untuk mencukur bulu kemaluan. Rasulullah hanya menjelaskan, batas akhir waktu, sekiranya tidak lebih dari 40 hari.

Adapun yang sunah menurut pendapat al-Mukhtar adalah ketika bulu kemaluan mulai memanjang. Pada saat itulah waktu yang tepat untuk mencukur bulu kemaluan.

Oh ya, semua penjelasan di atas, meski di judul ada “Laki-laki”-nya, berlaku juga untuk perempuan.

Baca Juga: Menjawab Semua Pertanyaan Tentang Nikah Siri

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *