Salah! Quraish Shihab Tidak Mengatakan Jilbab Tidak Wajib

Siapa yang tidak mengenal Quraish Shihab? Orang-orang mengenal beliau sebagai ahli tafsir. Sering mengisi acara-acara TV. Penulis banyak buku, di antaranya buku beliau yang cukup monumental, Tafsir al-Mishbah. Pendiri Pusat Studi Al-Qur’an (PSQ).

Awal tahun 2020 kemarin, beliau mendapat penghargaan dari Pemerintah Mesir. Penghargaan itu berupa Bintang Tanda Kehormatan Tingkat Pertama Bidang Ilmu Pengetahuan dan Seni.

Penyerahan penghargaan oleh Perdanan Menteri Mesir, Musthafa Madbouli, sebagai perwakilan dari Presiden Abdul Fattah al-Sisi.

Selain kemasyhuran dalam bidang yang telah kita sebutkan, beliau juga terkenal karena mempunyai pendapat kontroversial jilbab tidak wajib.

Salah satu yang mengatakan demikian adalah aritkel di Akurat.co. Kamu bisa baca di sini.

Tidak jelas sebenarnya, dari mana kabar ini berasal. Namun seperti sudah menjadi ikon, tiap ada orang melihat atau mendengar beliau, hal yang pertama kali tergambar adalah pendapat kontroversial hukum jilbab tidak wajib.

Baca juga: Masih Ragu Sama Vaksin? Berikut Sebenarnya Hukum Vaksin

Bukan hanya suara-suara tidak jelas dari orang yang mungkin terlanjur memandang negatif beliau, ada juga ensiklopedia yang dengan serampangan mengatakan bahwa Quraish Shihab mengatakan jilbab tidak wajib.

Padahal, jika kita baca buku beliau yang berjudul Jilbab: Pakaian Wanita Muslimah, beliau memberi penjelasan bahwa beliau tidak pernah mengatakan jilbab tidak wajib. Hanya saja, beliau menampilkan aneka ragam pendapat tentang jilbab. Beliau tampilkan semuanya, baik yang mengatakan wajib atau tidak.

“Dalam Ensiklopedia Tematis Dunia Islam yang membahas Pemikiran dan Peradaban dikemukakan bahwa penulis menyatakan ketidakharusan berjilbab, padahal selami ini penulis hanyalah mengemukakan aneka pendapat pakar tentang persoalan jilbab tanpa menetapkan satu pilihan,” tutur beliau dalam Sekapur Sirih buku Jilbab: Pakaian Wanita Muslimah.

Dengan begini, tentu salah orang yang menisbatkan hukum tidak wajib berjilbab kepada Pak Quraish. Penisbatan pendapat jilbab tidak wajib kepada beliau adalah perilaku tak bertanggung jawab dari orang yang membenci atau mendukung beliau.

Mereka yang terlanjur benci, selalu saja mengatakan beliau salah karena mengatakan jilbab tidak wajib. Tanpa mau membaca buku beliau terlebih dahulu.

Sedang yang mendukung, yang anehnya tidak membaca buku beliau, juga kadang membawa nama besar beliau untuk menguatkan argumentasi dia. Padahal sekali lagi, beliau tidak pernah mengatakan jilbab tidak wajib, sebagaimana beliau sampaikan sendiri dalam bukunya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *