Tata Cara Salat Jumat Yang Sehat dan Syari Saat Pandemi

Covid-19 kian mengganas. Setiap hari saat kita melihat berita, selalu saja ada kabar terbaru tentang virus Corona. Bukan membaik, malah memburuk. Lonjakan positif Corona di Madura. Di Jakarta, pemakaman protap melonjak 10 kali lipat. Klaster hajatan di Purbalingga. Di RSUD Dr Sardjito ada 33 orang meninggal karena kekurangan oksigen.

Hari ini, tanggal 04 Juli 2021, Indonesia mencetak rekor. Bukan suatu yang menggembirakan, tapi menyedihkan. Sebab rekor itu datang dari kabar bahwa angka kematian karena virus Corona dalam sehari ini sudah mencapai 555 orang!

Baca juga: Dompet Digital Dana dan GoPay Menurut Fiqih

Semua berita ini, jika belum percaya, bisa langsung cek di Google.

Entah sampai kapan ini akan terus berlanjut. Ada satu thread dari Ahmad Arif yang membuat hati saya terenyuh dan menyadari, bahwa Covid-19 ini bisa jadi lebih menakutkan dari pada tsunami.

Tata Cara Salat Jumat Yang Sehat dan Syari Saat Pandemi

Karena lonjakan kasus positif dan Surat Edaran Bupati Pasuruan nomer 100/45/COVID-19/VII/2021, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Pasuruan mengelurkan surat daran tentang Salat Jumat. Isi surat edaran nomer 2100/PC/A.II//L-27/VII/2021 itu berupa intruksi, tata cara Salat Jumat, juga langkah-langkah yang menjadi keharusan sebelum Salat Jumat.

Meski pun surat edaran itu keluaran Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan, tapi tata cara dan segalanya bisa diamalkan oleh siapa saja. Terutama warga NU di seluruh Indonesia.

Baca juga: Universalitas Pendidikan Islam Menurut Syekh Marwan Qabani

Dan, merupakan salah satu manfaat adanya organisasi semacam NU membuat umat tidak perlu pusing-pusing membuka dan membaca teks Arab dari kitab muktabarah. Cukup mengambil dan mengamalkan apa yang sudah menjadi keputusan.

Berikut tata cara Salat Jumat yang sehat dan syari sebagaimana terdapat dalam surat (tidak terlalu persis dengan sedikit penyesuaian):

  1. Khutbah Jumat hanya dibaca yang wajib/rukun saja dan dilakukan sesingkat mungkin. Paling lama 5 menit. PCNU membuat panduan teks Jumat singkat
  2. Saf (barisan) direnggangkan, minimal satu meter (phisycal distancing)
  3. Dilaksanakan di beberapa tempat dan hanya berada di musala-musala sehingga konsentrasi massa tidak terpusat pada satu tempat yang menyebabkan kerumunan
  4. Jumlah minimal orang yang ikut Salat Jumat adalah 12 orang dan maksimal 20 orang
  5. Untuk menghindari kerumunan, para jamaah sebisa mungkin sudah mempunyai whudu dari rumah
  6. Selesai jumaatan langsung pulang
  7. Tidak usah bersalam-salaman setelah salat
  8. Karpet digulung dan jamaah harap membawa sajadah sendiri dari rumah
Surat edaran PCNU Pasuruan

Nah, itu adalah tata cara Salat Jumat yang sehat dan syari saat pandemi seperti sekarang ini. Semoga Indonesia lekas membaik. Amin ya rabbal alamin.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *