Tiga Kitab Tentang Sex Education Ala Santri

Jangan salah paham terlebih dahulu. Maksud dari “Sex education” di sini tentu yang tidak melanggar syariat. Bukan semata-mata pendidikan tentang seks, walau pun di luar nikah (tidak halal).

Maksudnya luas sekali. Hal-hal yang berkaitan dengan suami dan istri, tidak hanya ketika mereka melakukan hubungan intim, tetapi bagaimana mereka memilih pasangan, sunahnya mengadakan walimah, bacaan-bacaan ketika sedang hamil, sampai nanti bagaimana cara mendidik anak.

Meski ya tetap kita akui, bahwa di tiga kitab yang akan saya bahas ini, lebih banyak tentang hubungan intim. Hehehehe.

Fathul-Izar fi Kasyfil-Arsar li Awqatil-Harsi wa Halqatil-Ibkar: Kitab Tentang Sex Education Ala Santri Paling Ringkas

Kitab pertama dari tiga kitab tentang sex education ala santri adalah alah satu kitab karangan ulama Pasuruan, KH. Abdullah Fauzi. Dari jumlah halaman, kitab ini adalah kitab yang paling kecil di antara tiga kitab yang lain. Hanya 16 halaman, dengan ukuran kertas A5, kira-kira.

Kitab ini bisa dibeli via online. Terlebih saat banyak bertebaran uang virtual, seperti DANA dan lain sebaginya. Bagi yang ingin tahu cara transfer shopeepay ke DANA, silahkan cek link tadi.

Saat pertama kali membaca kitab ini, saya membaca satu syair yang sangat menarik. Memang nikmat Allah itu ada banyak sekali, kata pengarang. Hal ini sebagaimana kita pahami dari firman Allah, “Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. AN Nahl 16:18)

Baca juga: Tata Cara Salat Jumat Yang Sehat dan Syari Saat Pandemi

Tetapi yang paling amajing dari semua nikmat Allah hanya ada tiga. Semuanya terangkum dalam syair:

ْوَ نِعَمُ الدُّنْيَا ثَلاَثٌ تُعْتَبَرْ # لَمْسٌ وَتَقْبِيْلٌ وَاِدْخَالُ الذَّكَر

Kenikmatan duania ya ada tiga. Mengelus, mencium, dan memasukkan (memasukkan apa hayooo.)

Fathul-Izar, hlm. 7

Di dalamnya juga ada 10 ciri-ciri wanita yang sebaiknya kita menghindari wanita itu untuk dinikahi. Ingin tahu? Kapan-kapan kita bahas.

Syarh Uqudil-Lujain fi Bayani Huquqiz-Zaujain: Dari Ulama Yang Karangannya Diakui Ulama al-Azhar

Masih karangan ulama Indonesia. Semua santri sudah sangat tidak asing dengan nama ini. Waktu pemilihan presiden 2019 kemarin, nama beliau sering kita dengar dari masyarakat medsos, host TV, dll. Pokoknya banyak dah. Sebab, katanya, beliau adalah salah satu buyut dari salah satu calon wakil presiden.

Syekh Nawawi al-Jawi al-Bantani, ulama Indonesia yang karangannya sudah dikaji oleh banyak orang di berbagai belahan duia. Kitab tafsir beliau, Tafsir Marahul-Labid bahkan mendapat pengakuan dari ulama al-Azhar.

Melalui karyanya, Syarh Uqudil-Lujian, beliau banyak membahas hal-hal yang berkaitan dengan suami istri. Di bab pertama kitab ini, beliau membahas hak-hak istri kepada suami. Bab kedua, hak-hak suami kepada istri. Bab berikutnya keutamaan salat perempuan di rumahnya. Lalu bab terakhir, keharaman laki-laki melihat perempuan dan sebaliknya.

Baca juga: Menjawab Semua Pertanyaan Tentang Nikah Siri

Memenuhi hak istri tentu kewajiban. Tetapi, kalau ada orang yang lebih mementingkan hak istri, sampai melanggar hak Allah, maka dia adalah lelaki yang agamanya masih kurang.

Lelaki yang sempurna agamanya adalah lelaki yang terlalu ngoyo kepada hak istrinya, seperti berhias, tapi tidak terlalu ngoyo pada hak Allah, seperti salat dan melakukan penyambungan rambut (hukumnya haram).

Imam Abdullah al-Hadad, dalam Syarh Uqudil-Lujain.

Quratul-Uyun bi Syarhi Nadzmi Ibni Maimun: Kitab Tentang Sex Education Ala Santri Paling Lengkap

Yang paling lengkap dari tiga kitab tentang sex education ala santri. Karangan dari ulama abad ke-20. Seorang alim fiqih bermazhab Maliki. Beliau adalah Abu Abdillah Muhammad at-Tihami bin al-Madani bin Ali al-Idrisi al-Husaini al-Fasi.

Ada banyak hal yang beliau bahas di kitabnya ini. Misalkan pertimbangan menikah di zaman ini. Bagaimana harusnya dan hukumnya. Tentang hubungan intim mulai dari sebelum, ketika, sampai sesudah, lengkap dibahas.

Saya akan tunjukkan sedikit pembahasan dari kitab ini. Siap-siap. Ini resep bagi yang menikahi perawan. Hehehe.

Di halaman 108, ada dua keterangan tambahan. Keterangan tambahan pertama adalah kutipan dari guru pengarang, Sayid Umar bin Abdil-Wahab.

Bagi mereka yang melakukan hubugan intim dengan istrinya yang masih perawan, jangan mengeluarkan sperma di luar, sebagaiman orang-orang tidak mengerti melakukan hal itu, dan percepat lah keluarnya sperma. Bisa jadi, dengan sperma itu Allah akan memberi anugerah anak yang bisa bermanfaat, dan bisa jadi itu adalah hubungan intim dia yang terakhir kali. Sebab tidak ada yang tahu mati itu kapan.

Sayid Umar bin Abdil-Wahab, dalam Quratul-Uyun

Keterangan tambahan kedua, kapan-kapan ya. Hehehehe. Terus cek di web ini. Biar ga ketinggalan.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *